Categories
Internasional Nasional

FPI Menuntut Antifa Untuk Membayar Royalti

30 September 2020

Portland, Oregon (USA) – Akhir-akhir ini grup Antifa yang sering melakukan penjarahan dan perusakan di Portland, Oregon, USA selama lebih dari 100 hari berturut-turut sedang kebingungan. Masalahnya mereka mendapat tuntutan dari grup FPI di Indonesia untuk membayar royalti atau segera menghentikkan pencontekkan cara-cara mereka dalam berdemonstrasi.

Wartawan Koran Geblek segera menghubungi Pemimpin Besar FPI Habib Briziek yang sedang mengasingkan diri di Saudi Arabia. Melalui telepon satelit, Habib Briziek menungkapkan “Memang benar kita sudah melayangkan surat kepada Antifa. Kami keberatan karena mereka jelas jelas mencontek cara cara kita dalam berdemonstrasi”.

“Contohnya : melakukan intimidasi kepada masyarakat yang tidak terlibat, atau berjanji akan merusak dan menghancurkan kalau calon presidennya tidak terpilih, juga yang lainnya mendemo pemimpin yang dianggap bertentangan berjilid-jilid. Yang paling spesifik dan jelas adalah penggunaan satu warna untuk anggota. Nah kalau kita khan putih, sedngkan kalau mereka hitam ! Tapi pada intinya mereka benar benar mencontek kita !”, tambahnya dengan berapi-api. “Nah ! Kita mereka untuk mencari cara baru atau harus SEGERA membayar royalti ke FPI. Karena cara-cara tersebut adalah trade mark-nya grup kita. Sudah ada hak cipta internasionalnya itu !”

Sampai saat ini Wartawan Koran Geblek belum bisa menghubungi juru bicara dari Antifa, karena tidak ada yang bisa bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *