Categories
Nasional Politik

Pengetik UU Cipta Kerja Terbawa Pengalaman Waktu Kuliah Untuk Memenuhi Syarat Jumlah Halaman

13 Oktober 2020

Jakarta, Indonesia – Semenjak disahkan 5 Oktober lalu, UU Cipta Kerja sudah menjadi polemik panas di masyarakat. Salah satu kebingungan yang terjadi karena sering berubah-rubahnya jumlah halaman.

Ketika diputuskan, UU tersebut berjumlah 905 halaman, lalu ada isyu yang bilang akan bertambah jadi 1035 halaman, tetapi nyatanya sekarang menjadi hanya 835 halaman.

Wartawan Koran Goblok berusaha mengusut apa yang terjadi. Mewawancarai salah satu ahli mengetik, Prof. Fasihdu Atangan, memperkirakan bahwa mungkin yang mengetik draft UU tersebut terbawa pengalaman waktu menyusun tugas skripsi semasa kuliah. Di mana kita tahu bahwa skripsi kadang mempunyai syarat minimum jumlah halaman, sehingga banyak mahasiswa yang bermain-main dengan font type, juga size, dan juga kadang ukuran spasi antar baris.

Menurut beliau, mungkin karena si pengetik masih terbawa pengalaman waktu kuliah memakai font Times New Roman dengan size 12 dan double spasi, sehingga membuat UU tersebute kelihatannya panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *