Categories
Nasional Politik

RUU Peras Keringat Menyusul Setelah UU Cipta Karya

08 Oktober 2020

Jakarta, Indonesia Setelah Omnibus Law RUU Cipta Kerja disahkan, RUU Pekerja Keras, Komisi Ringan Tanpa Istirahat (Peras Keringat) akan segera di debatkan oleh para wakil rakyat kita.

Penggagas RUU tersebut, Bapak Abisin Fikir, dari fraksi PKK (Partai Kerja Keras), mengungkapkan DPR akan membahas RUU Peras Keringat tersebut minggu depan.

Menanggapi beberapa point dari RUU tersebut yang melarang pekerja untuk beristirahat, dan membolehkan pengusaha untuk tidak memberikan komisi kepada pekerja, Abisi Fikir, menganggap bahwa tujuan dari RUU itu untuk mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6-7% untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha existing. Tambahnya, RUU ini akan meningkatkan produktifitas, aktifitas, efektifitas, aktualfitas dan fitas fitas lainnya tentang pekerja di Indonesia.

“Selain mendorong peningkatan ivestasi, RUU ini akan menciptakan peluang-peluang kerja baru, di mana pekerja akan berlomba-lomba untuk tidak dibayar dan tidak memerlukan istirahat.” lanjut Fikir pada saat di interview oleh wartawan Koran Geblek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *